Saturday, May 24, 2008

Pengecatan Gram

Perbedaan dasar antara bakteri gram positif dan negatif adalah pada komponen dinding selnya. Kompleks zat iodin terperangkap antara dinding sel dan membran sitoplasma organisme gram positif, sedangkan penyingkiran zat lipida dari dinding sel organisme gram negatif dengan pencucian alkohol memungkinkan hilang dari sel. Bakteri gram positif memiliki membran tunggal yang dilapisi peptidohlikan yang tebal (25-50nm) sedangkan bakteri negatif lapisan peptidoglikogennya tipis (1-3 nm).

Sifat

Gram positif

Gram Negatif

Komposisi dinding sel

Kandungan lipid rendah

Lipid tinggi

Ketahanan terhadap penisilin

Lebih sensitif

Lebih tahan

Penghambatan warna basa

Lebih dihambat

Kurang dihambat

Kebutuhan nutrien

Kompleks

Relatif sederhana

Ketahanan terhadap perlakuan fisik

Lebih tahan

Kurang tahan


Genus bakteri yang termasuk gram negatif adalah Enterobactericeae, Salmonella spp, Shigella spp, E. Coli, Yersinia enterolitica. Sedangkan bakteri gram positif adalah Staphylococci, Streptococci, Enterococci, Clostridium, Bacillus.

Reagen-reagen yang digunakan dalam pengecatan gram adalah:

1. Larutan violet kristal hucker (1 tetes) sebagai cat utama yang akan diikat oleh peptidoglikan bakteri.

2. Iodin (1 tetes) sebagai mordan untuk mengintensifkan cat utama

3. Ethanol 95% (secukupnya sampai cat utama luntur), sebagai bahan peluntur untukk melunturkan cat utama

4. Safranin (1 tetes) sebagai cat penutup untuk mewarnai kembali sel-sel yang sudah kehilangan warna cat utamanya

Pada saat pemberian larutan cat kristal violet, bakteri gram positif dan negatif sama-sama berwarna ungu. Saat ditetesi iodin, pada gram positif terbentuk kompleks iodin kristal violet sehingga sel berwarna biru, demikian juga gram negatif. Namun setelah pencucian dengan etanol warna ungu yang diikat oleh bakteri gram negatif luntur, sedangkan pada bakteri gram negatif tidak. Pada gram negatif lemak terekstraksi dari dinding sel sehingga pori membesar dan kompleks violet kristal-iodin keluar sel, sedangkan pada gram posotif dinding sel dehidrasi, pori berkerut dan permeabilitas rendah sehingga kompleks violet kristal-iodin terperangkap antara dinding sel dan membran sitoplasm sehingga sel tetap biru/ungu. Saat penambahan safranin, bakteri gram negatif mengikatnya sedangkan gram negatif melewatkannya.

Read More....>>

Pengamatan Preparat Basah

Dalam pengamatan sel hidup, biasanya kita menggunakann metode preparat basah. Metode juga memiliki kekurangan yaitu kurang praktis, dalam pembuatannya harus dihindarkan adanya gelembung-gelembung dan jika ada gelembung harus diulang pembuatannya dari langkah pertama. Karena keadaan yang basah, preparatr ini harus dijaga agar gelas penutupnya tidak bergerak. Penetesnya bisa digunakan air, petroleum jelly, ataupun gliserol.

Mikroskop cahaya dalam perbesaran tertentu dibutuhkan sebagai alat pengamat. Mikrosop adalah alat optic yang digunakan untuk memperbesar suatu objek pengamatan yang ukurannya sangat kecil. Sistem kerja mikroskkop ini tersusun atas 2 lensa, yaitu satu lensa digunakan untuk menghasilkan bayangan dari objek secara langsung yang dipelajari, sedangkan lensa yang lain menjadikan bayangan yang dibentuk oleh lensa pertama sebagai benda dan akan diperbesar lagi sehingga bayangan akhir yang dibentuk bisa diamati oleh mata. Perbesaran yang dihasilkan mikroskop secara mendasar ditentukan oleh lensa objektif (10x, 40x, dan 100x).

Langkah-langkah dalam penyiapan preparat basah sebagai berikut.

1. Pastikan keadaan aseptis terjaga meliputi tempat kerja, tangan, dan peralatan.

2. Teteskan gliserol 10% pada preparat/glass slide (gelas objek). Gliserol berguna untuk memberi nutrisi pada biakan murni dan mencegah terjadinya lisis sel karena gliserol bersifat isotonik, sehingga tidak mempengaruhi permeabilitas sel. Gliserol dapat digantikan dengan cairan lain.

3. Ose dipijarkan pada api bunsen dan ambil satu ose pada biakan murni dan goreskan pada tetesan gliserol di gelas objek.

4. Tutup gelas objek dengan gelap penutup. Usahakan tidak ada gelembung yang muncul.

5. Amati di bawah mikroskop dengan perbesaran lemah (100x) untuk pengamatan awal yang bertujuan untuk melokalisir objek yang diinginkan.

Pengamatan dilanjutkan dengan perbesaran 400x untuk memperjelas objek pengamatan. Perbesaran 1000x diperlukan untuk lebih memperjelas lagi.

Read More....>>

Dalam pengamatan sel hidup, biasanya kita menggunakann metode preparat basah. Metode juga memiliki kekurangan yaitu kurang praktis, dalam pembuatannya harus dihindarkan adanya gelembung-gelembung dan jika ada gelembung harus diulang pembuatannya dari langkah pertama. Karena keadaan yang basah, preparatr ini harus dijaga agar gelas penutupnya tidak bergerak. Penetesnya bisa digunakan air, petroleum jelly, ataupun gliserol.

Mikroskop cahaya dalam perbesaran tertentu dibutuhkan sebagai alat pengamat. Mikrosop adalah alat optic yang digunakan untuk memperbesar suatu objek pengamatan yang ukurannya sangat kecil. Sistem kerja mikroskkop ini tersusun atas 2 lensa, yaitu satu lensa digunakan untuk menghasilkan bayangan dari objek secara langsung yang dipelajari, sedangkan lensa yang lain menjadikan bayangan yang dibentuk oleh lensa pertama sebagai benda dan akan diperbesar lagi sehingga bayangan akhir yang dibentuk bisa diamati oleh mata. Perbesaran yang dihasilkan mikroskop secara mendasar ditentukan oleh lensa objektif (10x, 40x, dan 100x).

Langkah-langkah dalam penyiapan preparat basah sebagai berikut.

1. Pastikan keadaan aseptis terjaga meliputi tempat kerja, tangan, dan peralatan.

2. Teteskan gliserol 10% pada preparat/glass slide (gelas objek). Gliserol berguna untuk memberi nutrisi pada biakan murni dan mencegah terjadinya lisis sel karena gliserol bersifat isotonik, sehingga tidak mempengaruhi permeabilitas sel. Gliserol dapat digantikan dengan cairan lain.

3. Ose dipijarkan pada api bunsen dan ambil satu ose pada biakan murni dan goreskan pada tetesan gliserol di gelas objek.

4. Tutup gelas objek dengan gelap penutup. Usahakan tidak ada gelembung yang muncul.

5. Amati di bawah mikroskop dengan perbesaran lemah (100x) untuk pengamatan awal yang bertujuan untuk melokalisir objek yang diinginkan.

Pengamatan dilanjutkan dengan perbesaran 400x untuk memperjelas objek pengamatan. Perbesaran 1000x diperlukan untuk lebih memperjelas lagi.

Read More....>>

Saturday, May 10, 2008

Bakteri gram negatif

Bakteri gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram. Bakteri gram-positif akan mempertahankan warna ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol, sementara bakteri gram-negatif tidak. Pada uji pewarnaan Gram, suatu pewarna penimbal (counterstain) ditambahkan setelah metil ungu, yang membuat semua bakteri gram-negatif menjadi berwarna merah atau merah muda. Pengujian ini berguna untuk mengklasifikasikan kedua tipe bakteri ini berdasarkan perbedaan struktur dinding sel mereka.

Banyak spesies bakteri gram-negatif yang bersifat patogen, yang berarti mereka berbahaya bagi organisme inang. Sifat patogen ini umumnya berkaitan dengan komponen tertentu pada dinding sel gram-negatif, terutama lapisan lipopolisakarida (dikenal juga dengan LPS atau endotoksin).

Read More....>>