Monday, August 4, 2008

Media Pertumbuhan Mikroorganisme

Media berfungsi untuk menumbuhkan mikroba, isolasi, memperbanyak jumlah, menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba, dimana dalam proses pembuatannya harus disterilisasi dan menerapkan metode aseptis untuk menghindari kontaminasi pada media. Berikut ini beberapa media yang sering digunakan secara umum dalam mikrobiologi.

Lactose Broth
Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air, makanan, dan produk susu, sebagai kaldu pemerkaya (pre-enrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform. Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform.
Lactose broth dibuat dengan komposisi 0,3% ekstrak beef; 0,5% pepton; dan 0,5% laktosa.

EMBA (Eosin Methylene Blue Agar)
Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. aureus, P. aerugenosa, dan Salmonella. Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna. Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut. Namun demikian, jika media ini digunakan pada tahap awal karena kuman lain juga tumbuh terutama P. Aerugenosa dan Salmonella sp dapat menimbulkan keraguan. Bagaiamanapun media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E.coli.
Agar EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung. EMB yang menggunakan eosin dan metilin bklue sebagai indikator memberikan perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak. Medium tersebut mengandung sukrosa karena kemempuan bakteri koli yang lebih cepat meragikan sukrosa daripada laktosa. Untuk mengetahui jumlah bakteri coli umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama MPN (most probable number) atau tabel JPT (jumlah perkiraan terdekat), tabel tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0,1 ml contoh air.

Nutrient Agar
Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif, dalam artian mikroorganisme heterotrof. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef, pepton, dan agar. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air, sewage, produk pangan, untuk membawa stok kultur, untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri, dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni.
Untuk komposisi nutrien adar adalah eksrak beef 10 g, pepton 10 g, NaCl 5 g, air desitilat 1.000 ml dan 15 g agar/L. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan.

Nutrient Broth
Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair. Intinya sama dengan nutrient agar. Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai berikut.
1.Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades.
2.Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang dibuat pada langkah pertama.
3.Atur pH sampai 7,0.
4.Beri air distilasi sebanyak 1.000 ml.
5.Sterilisasi dengan autoklaf.

MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar)


MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann, Rogosa, dan Shape (1960) untuk memperkaya, menumbuhkan, dan mengisolasi jenis Lactobacillus dari seluruh jenis bahan. MRS agar mengandung polysorbat, asetat, magnesium, dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus, sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif, sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh. MRS agar mengandung:
1.Protein dari kasein 10 g/L
2.Ekstrak daging 8,0 g/L
3.Ekstrak ragi 4,0 g/L
4.D (+) glukosa 20 g/L
5.Magnesium sulfat 0,2 g/L
6.Agar-agar 14 g/L
7.dipotassium hidrogen phosphate 2 g/L
8.Tween 80 1,0 g/L
9.Diamonium hidrogen sitrat 2 g/L
10.Natrium asetat 5 g/L
11.Mangan sulfat 0,04 g/L

MRSB merupakan media yang serupa dengan MRSA yang berbentuk cair/broth.
Dari enidchemicals.com

Trypticase Soy Broth (TSB)
TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum, untuk isolasi, dan penumbuhan bermacam mikroorganisme. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen.
Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme. Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik. Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH.

Plate Count Agar (PCA)
PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate, yeast extract, dextrose, agar) hingga membentuk suspensi 22,5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C). Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks.

APDA
Media APDA berfungsi untuk menumbuhkan dan menghitung jumlah khamir dan yeast yang terdapat dalam suatu sampel. Khamir dan yeast akan tumbuh dengan optimal pada media yang sesuai. Adanya asam tartarat dan pH rendah maka pertumbuhan bakteri terhambat. APDA dibuat dengan merebus kentang selama 1 jam/45 menit, agar dilelehkan dalam 500 ml air. Campurkan ekstrak kentang dalam agar lalu ditambahkan glukosa dan diaduk rata. Pada APDA jadi ini juga ditambah asam tartarat.

Potato Dextrose Agar (PDA)
PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi. campur dan panaskan serta aduk. Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5,6+0,2.

VRBA (Violet Red Bile Agar)
VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae. Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa, sedangkan sel mikroba bersifat asam. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati. Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E.coli. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak, pepton, NaCl, empedu, glukosa, neutral red, kristal violet, agar). Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi. Panaskan hingga mendidih sampai larut sempurna. Dinginkan hingga 50-60°C. Pindahkan dalam tabung sesuai kebutuhan, pH akhir adalah 7,4. Campuran garam bile dan kristal violet menghambat bakteri gram positif. Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri. Laktosa merupakan sumber karbohidrat. Neutral red sebagai indikator pH. Agar merupakan agen pemadat.

PGYA
Media ini berfungsi untuk isolasi, enumerasi, dan menumbuhkan sel khamir. Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini, PGYA dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir. Untuk membuatnya, semua bahan dicampur dengan ditambah CaCO3 terlebih dahulu sebanyak 0,5 g lalu dilarutkan dengan akuades. Kemudian dimasukkan dalam erlenmeyer dan disumbat dengan kapas lalu disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit.

32 comments:

  1. thanks....

    ReplyDelete
  2. terima kasih ya.. salam kenal
    _gama_

    ReplyDelete
  3. atycheir@ymail.comJune 15, 2009 at 8:19 PM

    tx ya,,,
    tulisannya membantu saya dalam nyelesaikan tugas mikroterapan...
    tapimedia MHA itu apa??
    kog ga ada dibuat??
    tapi 1x lgi tx buanget ya....

    ReplyDelete
  4. methionine hydroxy analog bukan? cari aja di google dg keyword - MHA medium growth. Maaf tulisan saya tidak lengkap :D

    ReplyDelete
  5. kl utk NA kn skrg udah byk yg jual...
    kl utk nutrient broth (instan) ada yg jual ga ya?

    ReplyDelete
  6. Ada kok di toko-toko bahan kimia biasanya ada. Atau bisa pesan dilab2 kampus. :D

    ReplyDelete
  7. Salam kenal dari mahasiswa Jogja,..
    Mari membangun relasi sesama Blog pengetahuan

    http://www.try4know.co.cc

    Submit Link untuk meningkatkan trafic

    ReplyDelete
  8. mbak mau tanya gimana mengembangkan mikroba yang berguna untuk pertanian ,mikroba apa kalo bisa kirim ke email saya purcahyosumardiono@gmail.com

    ReplyDelete
  9. Maksudnya berguna dalam hal apa? Karena bakteri itu banyak sekali. Mengisolasinya bisa dari alam langsung atau dari kultur campuran yang biasa dijual untuk produk pertanian. Contohnya Biosri-43 untuk mempercepat panen padi.

    ReplyDelete
  10. harusnya ada pustakanya juga,,,

    ReplyDelete
  11. ulfa asyfarina Qur'aniJune 5, 2010 at 8:49 AM

    hrznya ada komposisi masing2 media...

    ReplyDelete
  12. harusnya sudah ada komposisinya.. dibaca lagi aja ^^v

    ReplyDelete
  13. wah ndak nyangka biosri-43 disebut2... dah dikenal sampe mana aja yaaa hehehe

    ReplyDelete
  14. kalok buat pertumbuhan bakteri lipolitik pake media apa?

    ReplyDelete
  15. tergantung tujuannya untuk apa. yang jelas bakteri lipolitik akan senang tumbuh di media agar atau cair yg mengandung asam lemak. Bisa gunakan agar yg ditambahkan minyak zaitun atau lemak2 lain, ada yg menggunakan TBA (tributyrin agar), dll.

    ReplyDelete
  16. kalo mau bikin media dari bahan lain semacam susu atau egg tofu gimana caranya ya???
    terima kasih ^^

    ReplyDelete
  17. Maaf numpang tanya, saya beli 1 liter bakteri aerob, kalo untuk memperbanyak jumlah bakteri aerob pake media apa yang mudah diaplikasikan bahan mudah dicari, tidak usah dibeli dari toko kimia? Maksudnya supaya dari 1 liter bisa jadi banyak misal 20 liter dengan kualitas dan jumlah bakteri aerob yang meningkat atau minimal sama. Kemudian bagaimana caranya?
    Terima kasih sebelumnya

    ReplyDelete
  18. terimakasih infonya, saya ingin tahu tentang dextrosa

    ReplyDelete
  19. kalau misalnya untuk bakteri staphylococcus pakek media apa

    ReplyDelete
  20. di sini jg jual bahan" nya??
    aq mau beli donk buat penelitian . .
    tq

    ReplyDelete
  21. maaf ga jual :)
    Bisa dicoba ke toko2 kimia terdekat :D

    ReplyDelete
  22. mau tanya apakah bisa membuat media dengan cara menuang media yang dibuat ke cawan lalu baru disterilkan dengan autoklaf?

    ReplyDelete
  23. salam kenal..kami dari produsen pembuat macam 2 medium..semuanya made by order..contohnya muller hinton agar, mc conkey ,nurient broth/agar,sheep blood agar,TCBS,salmonella shigella agar, dll.... jd bagi yg memerlukan bisa kontak ke no 081229988701 via sms saja..maka kami akan berikan balasannya...terima kasih ( semoga dunia ilmiah semakin maju )

    ReplyDelete
  24. teman2 mohon likenya duonk http://www.facebook.com/pages/fastpreneur/287838582998

    ReplyDelete
  25. wahhhh....mantappppp ????? boleh ne buat reverensi

    ReplyDelete
  26. thanks. kalau bisa lebih banyak lagi.

    ReplyDelete
  27. mau nanya apakah medium dapat digunakan untuk berbagai macam mikrob?

    ReplyDelete

Subscribe to: Post Comments (Atom)